bejatikoran

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Seminar Kefarmasian

Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB) Yayasan Adhi Guna Kencana Bandung  anyar-anyar ieu  lumangsung di Gedong rektorat  lantai 4 Jl.Soekarno-Hatta no.754 Cibiru  Bandung lian ti ngayakeun Seminar Kefarmasian  “ Pharmacy By Law “ nyaeta kewenangan Praktik Kefarmasian atawa pekerjan Kefarmasian dina Bingkai  Hukum Kefarmasian oge ceuk panitiana netelakeun ka Koran Giwangkara  geus ngayakeun Public Speaking “ Brave To Talk” nu disponsoran ku Kimia Farma,Teh Walini,BRI jeung Kementrian Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

 

Ikopin Menyelenggarakan Seminar Prospek Pengembangan Bisnis Keuangan Mikro

Institut manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) pada hari Selasa 7 Februari 2012 berlangsung di Graha Suhardini kampus Jatinangor menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “ Prospek Pengembangan Bisnis Keuangan Mikro di Indonesia : “ Peluang Dan Tantangan”. Menurut Kepala Bagian Humas dan Promosi Ikopin Dr.Ami Purnamawati,SE,M.Si seusai acara mengemukakan kepada Giwangkara,seminar yang dibuka oleh Rektor Ikopin DR.Ir.H.Burhanuddin Abdullah MA mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 membahas tiga makalah yaitu “ Strategi Pengembangan Keuangan Mikro “ oleh Direktur Bank Ganesha Dr.Abdul Salam,”Prospek pendidikan bisnis keuangan Mikro “ disampaikan Staf ahli Ikopin Dr.Heri Nugraha,SE.M serta “ Best Practise Bisnis Keuangan Mikro”. oleh Ketua Puskopdit Jawa Barat Dr.Dede Farhan,SE,MM yang dipandu moderator Dr.H.Sugiyanto,M.Si selaku Direktur Magister Manajemen Ikopin.

Diadakannya kegiatan seminar yang disponsori Kepala Kanwil Bank Sinar Mas Bandung bapak Abadi Subur ,Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro,Kepala Kanwil BTPN Jawa Barat Agus Gunawan,pimpinan Bank BPR KS Rahmat dan pimpinan Bank Indonesia Bandung Lucky F Hadibrata maksud dan tujuannya didalam rangka memberikan masukan bagi pemerintah dalam kebijakan pengembangan Keuangan Mikro yang produktif,efisien dan berkelanjutan serta merumuskan kebijakan pendidikan Keuangan Mikro yang professional sesuai dengan tuntutan pasar.

“Kebijakan nasional keuangan mikro yang ada saat ini masih belum mampu mengatasi berbagai keterbatasan keungan mikro dalam memperluas pelayanan yang mendukung permodalan bagi UMKM,oleh kaena itu diperlukan rumusan kebijakan keuangn mikro mencakup regulasi,penguatan permodalan,SDM kompoten yang dapat menumbuhkan dan mengembngkan keuangan mikro efisien berkelanjutan “.ujarnya.

Dari ketiga makalah tersebut diantaranya Abdul Salam mengemukakan tujuan Lembaga Keuagan Mikro (LKM) yaitu memperdayakan ekonomi,prodiktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masarakat miskin perlu dibentuk induk-induk LKM agar pengawasan lebih efektif.. “ Diusulkan untuk perintisan PHBL (Proyek Hubungan Bank dengan UKM yang disponsori oleh Triparti yaitu Bank Indonesia,perbankan dan Ikopin”.katanya. Sementara itu Heri Nugraha memaparkan bahwa saat ini kebutuhan terhadap Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sudah sedemian mendesak,namun ternyata SDM yang kompeten untuk bidang ini nasih langka. Sehingga merupakan kesempatan bagi Ikopin untuk menyiapkan kurikulumnya ,hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan di Ikopin dan sebanyak 131 juta penduduk produktif di Indonesia atau sebanyak 52,7 Usaha Mikro Dan Kecil adalah potensi pasar bagi bisnis LKM.

“ Maka berdasarkan Tiga pilar utama dalam bisnis keuangan Mikro yaitu tabungan mikro (micro saving),kredit mikro (,icro credit) dan Asuransi Mikro (micro insurance),maka kurikulum pendidikan harus diarahkan kepada tiga pilar tersebut serta sesuai dengan karakteristik UMK maka koperasi sebagai sebuah konsep ideology,manajemen dan bisnis tentunya merupakan wadah dan kurikulum-kurikulum yang akan dikembangkan oleh Ikopin “ kilah Heri Nugraha. 3234XMGDN4ES

Add comment


Security code
Refresh