bejatikoran

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Apoteker STF Bandung Diistrenan

75 urang Sarjana (S1) Farmasi nu rengse miluan program Pendidikan ProfesiApoteker Angkatan ka 5 di kampus Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Bandung,Jl.Soekarno-Hatta No.754 Cibiru Bandung poe Kemis 2 Februari 2012 diisitrenan sarta disumpah jadi Apoteker ku pejabat Kantor Wilayah Kementrian Kesehatan provinsi Jawa Barat lumangsung di Gedong Balai Sartika Jl.Suryalaya Indah No.1-3 Buahbatu Bandung nu dina ieu kasempetan diluuhan turta disaksian Ketua STF Bandung Prof.H.Yudi Padmadisastra,M.Sc,P.Hd,Apt jeung Ketua Yayasan Adhi Guna Kencana H.Mulyana,SH,M.Pd,M.HKes sarta senat civitas akademika.

 

Prof.Dr.Ir.H.Ginandjar Kartasasmita : Perlu Mengangkat Kearifan LokalAgar Tetap Lestari

Prof.Dr.Ir.H.Ginandjar Kartasasmita  salaku Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan serta Ketua Dewan Penyantun Universitas Pasundan (Unpas) mengemukakan bahwa secara populer globalisasi sering dikaitkan dengan liberalisasi dan lebih spesifik lagi yaitu liberilasasi ekonomi bercirikan persaingan bebas,dimana yang kuat dan dominan yang akan menguasai.Sedangkan ciri lainnya ialah diferensiasi artinya masing-masing memiliki kekhususan,misalnya dalam bidang keahlian tertentu,juga ciri ekploitasi,misalnya ekosistem yang kuat akan meng-ekploitasi ekosistem yang lemah.  Dari perspektif budaya,globalisasi juga meingisyaratkan berbagai kecenderungan dalam pola perilaku masyarakat..“Keadaan ini sangat mungkin terjadi,bila bangsa kita tidak mampu memainkan peranan yang berarti dalam perhubungan pergaulan masyarakat dunia “.ujarnya .Ketika menyampaikan  sambutannya dalam sidang terbuka senat pada acara  Wisuda  Unpas Gelombang III Taun akademik  2007.2008  mewisuda  sebanyak 739 orang dipimpin rektor Unpas Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi,M.Si berlangsung hari Kamis 24 Juli 2008 di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Jl.Tamansari Bandung yang pada kesempatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan H.A,Syafe’i ,Ketua Yayasan Pendidikan Pasundan Prof.Dr.H.Idrus Affandi,SH ,rektor Unpas Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi,M.Si dan Ketua Umum  Pelaksana Wisuda Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si  yang juga sebagai Pembantu Rektor I.

Oleh karena itu,katanya,keadaan ini harus disikapi dengan bijaksana dan sekaligus cerdas. Maka sangat tepat tujuan masyarakat Sunda yang berkeinginan untuk Ngigelan jeung ngigelkeun jaman ...“ Untuk menghadapi globalisasi dengan berbagai permasalahan tersebut maka menjadi penting untuk senantiasa mengangkat kearifan lokal,sehingga nilai-nilai tetap lestari disegala keadaan dan dapat beradaptasi secara serasi dengan ciri masyarakat modern “.ujarnya sambil dia memberikan alasan  bahwa  kearifan lokal itu  akan  nenjadi tiang penyangga dalam menghadapi berbagai tuntutan dan gejolak jaman Menurut Ginanjar nilai pokok dalam identitas bangsa yang relevan dalam menghadapi desakan globalisasi budaya antara lain adalah nilai-nilai kebersamaan atau kolektivitas termasuk dalam upaya pengelolaan sumber daya ekonomi yang bertumpu pada kekuatan anggota komunitas berasaskan mutualisme dan kekeluargaan.. Selanjutnya Ginanjar menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar kebersamaan sebagai cirri identitas masyarakat kita juga relevan terkait dengan kondisi sekarang menghadapi  Pemilu  2009  sangat strategis bagi perjalanan sejarah kebangsaan dan ketata negaraan kita mengingat bahwa kita telah melewati 10 taun reformasi ,namun dalam keseharian kehidupan masarakat masih sarat dengan permasalahan.

“ Dalam kurun waktu lima tahun kedepan tentu kita harapkan berbagai hal menjadi lebih mapan,baik dalam hal nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara maupun dalam mencapai sasaran dan tujuan bernegara”.ujarnya.Diakuinya sekarang ini telah kita rasakan kebanngkitan kaum muda yang mempunyai karakter sendiri dalam penentuan pilihan-pilihan politik. Tidak lagi anak-anak muda mau begitu saja tunduk kepada petunjuk-petunjuk atau tradisi orang tuanya atau generasi sebelumnya dalam menentukan sikap atau pilihan politik..Ini, lanjut Ginanjar  merupakan fenomena yang menarik dan membuat anak muda termasuk yang diwisuda pada kesempatan ini  menjadi kerkuatan politik yang dahsyat.

Manfaatkanlah momentum ini dengan sebaik-baiknya jangan disia-siakan,jangan tidak digunakan atau disepelekan.Karena perilaku termasuk pilihan politik saaat ini akan mempengaruhi kehidupan untuk kedepan..“ Kita warga Paguyuban Pasundan yang berkiprah nyata dalam pengembangan intelektual melalui Unpas serta dalam kehidupan organisasi kemasyarakatan terpanggil untuk turut berperan dalam pembangunan demokrasi di Indonesia,khususnya di Jawa Barat “.ujarnya.

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh